Welcome
image

DR. BAMBANG SUWIGNYO, M.Sc

+62747492595

Kategori
LINK

Detik

Jawa Pos

Kedaulatan Rakyat

Kompas

Kulon Progo

DIY

KLH

AusAID

CIDA

DEC

IFS

JICA

KNIP

ORC Trust Fund

RISTEK

SAREP

SGPPTF

SIDA

TOYOTA

UNDP

Clock

 

Pesan


Peluang dan Potensi Integrasi Ternak

image

PELUANG DAN POTENSI INTEGRASI TERNAK DAN PETANI PADA DAERAH TRANSMIGRASI

Bambang Suwignyo, MP
Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA
Prof. Dr. Soemitro Padmowijoto, M.Sc

Buffer Income
Sektor peternakan merupakan komoditi kunci yang dapat meciptakan lapangan pekerjaan dan mengetaskan kemiskinan (ADB, 1991). Daerah pemukiman baru seperti trans ring I tentu saja pada awal tinggal belum ada hasil yang memadahi, ternak bisa menjadi solusi bagi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Ternak tidak hanya berperan sebagai sumber pupuk tetapi juga dapat menjadi sumber dana untuk melakukan persiapan pengolahan, penanaman dan perawatan tanaman. Petani di pedesaan biasa menjual anak sapi, anak kambing atau anak domba dari ternak yang dimilikinya untuk biaya awal pengolahan lahan dan selama perawatan tanaman sebelum memiliki hasil panen. Jarang terjadi petani menjual padi (kalau tidak terpaksa sekali atau memang tidak memiliki ternak) untuk keperluan pengolahan, penanaman dan perawatan. Suatu kenyataan, petani memelihara ternak mempunyai kehidupan lebih baik daripada petani tidak memiliki ternak.

Bio Insurance
Ternak merupakan harta tabungan yang tidak perlu jasa bank, sewaktu waktu membutuhkan ternak siap menjadi "penolong" kebutuhan. Ternak juga dapat dijual saat petani membutuhkan, dan uang yang diperoleh bisa ditabung atau digunakan untuk mengatasi resiko kegagalan dalam usaha tani yang lain, sehingga merupakan bio-asuransi bagi usaha taninya (Soemitro dan Sri Dadi, 1995). Bahkan ternak biasa menjadi sasaran penyelamatan jalan pintas pada kebutuhan mendadak seperti membayar SPP anak sekolah atau bila petani hendak memiliki hajat. Hal ini seakan akan tidak ada hubungannya dengan pertanian, tetapi secara tidak langsung jika kebutuhan petani yang lain terpenuhi dari sektor peternakan berarti petani bisa terselamatkan dari hal lain yang dapat mengancam kehidupan pertaniannya seperti terjerat sistem ijon, jual lahan maupun menjual padi di lumbung padi. Fungsi seperti ini yang disebut dengan tabungan dan bio insurance.
Bio Recycling ang Fertilizer Supplier
Ternak yang mereka pelihara selain sebagai tabungan juga sebagai tenaga kerja dan tidak kalah penting pula peran ternak terhadap lahan adalah pupuk yang dihasilkannya. Ternak dapat mengasilkan bahan bahan yang sangat diperlukan bagi perbaikan kualitas hara tanah. Dengan demikian peranan peternakan menjadi semakin besar dengan turunnya status kesuburan tanah. Usaha peternakan terutama ruminansia bagi petani merupakan suatu usaha tani yang mendaya gunakan dan melakukan konservasi/memanfaatkan sumber daya alam berupa rumput, limbah tanaman pangan yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan oleh ternak. Kotoran ternak sebagai bahan organik dapat mempengaruhi sifat fisik tanah diantaranya struktur tanah menjadi lebih baik, sehingga meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, dan kemampuan tanah mengikat air meningkat, serta pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien. Tanpa menggunakan pupuk kandang pada lahan yang sangat kritis (seperti lahan berpasir) sulit untuk mengharapkan hasil tanaman pangan yang baik dan pertumbuhan tanaman tahunan biasanya lambat. Tanaman sering tidak menghasilkan sama sekali atau hasilnya sangat rendah (jagung 0,5 ton/ha dan ubi kayu 5 ton/ha).
Sejak jaman nenek moyang jauh hari sebelum dikenal pupuk kimia, hampir setiap petani memiliki ternak. Tradisi seperti ini sudah mengakar dalam kehidupan dimana pertanian memberikan hasil utama yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, sementara limbahnya dapat diberikan kepada ternak. Ternak merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan petani. maka ternak akan memberikan hasil ganda kepada manusia. Kotorannya (limbah) yang dapat dikembalikan ke alam sebagai pupuk, dan ternaknya sendiri adalah aset ekonomis bagi petani.
Keberadaan ternak yang merupakan milik sendiri dapat mengurangi biaya produksi. Diwyanto (2001) menyatakan bahwa integrasi padi dengan sapi dengan pendekatan "zero waste" banyak dilakukan di jawa tengah, Jawa Timur dan DIY. Salah satu tujuan utama pemeliharaan sapi adalah untuk menghasilkan kompos yang secara ekonomis mampu meningkatkan efisiensi dalam usaha tani. Ternak yang dipelihara dalam rangka konservasi air dan kelestarian lahan di daerah kritis maka untung rugi harus diperhitungkan tidak secara parsial tetapi secara holistik dan memposisikan ternak sebagai bagian integral dalam program konservasi. Dengan kata lain program konservasi hanya akan berhasil bila ada ternak yang dipelihara dan mampu memberi nilai tambah bagi petani. Dengan kata lain bila dilihat dari satu sisi peran ternak dalam hal terpeliharanya lahan dari kerusakan sudah merupakan nilai yang luar biasa karena hal ini berarti kita peduli kepada anak cucu.

 

 

Tue, 10 Feb 2015 @18:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Komentar Terbaru
  • ary
    ini Inovasi Teknologi apl...
  • fren ugm
    Buat tambahan nih ada art...
Copyright 2019 YAPERINDO All Rights Reserved