Welcome
image

DR. BAMBANG SUWIGNYO, M.Sc

+62747492595

Kategori
LINK

Detik

Jawa Pos

Kedaulatan Rakyat

Kompas

Kulon Progo

DIY

KLH

AusAID

CIDA

DEC

IFS

JICA

KNIP

ORC Trust Fund

RISTEK

SAREP

SGPPTF

SIDA

TOYOTA

UNDP

Clock

 

Pesan


Hemat Energy Dengan Biogas

image

HEMAT ENERGY DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH MENJADI BIOGAS
Saatnya Berbuat
Dimuat dalam SKH Kedaulatan Rakyat, Agustus 2005.

Latar belakang
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2005 ini belumlah habis diperbincangkan orang, sudah terdengar kembali kabar kalau BBM akan naik lagi. Belum juga reda hiruk pikuk akibat kenaikan harga akibat BBM naik, kini kenaikan harga jilid kedua sudah menghantui masyarakat. Belum juga kesulitan kaum miskin tercerahkan dengan program kompensasi BBM akibat kelambatan realisasi kebijakan, kini sudah pula masyarakat akan masuk dalam keterpurukan jilid kedua. Kalau pada salah satu televisi swasta ada acara kejamnya dunia, maka kalau ini diambil sebagai episode film barangkalai judulnya kejamnya BBM.
Serempak pasca kenaikan BBM pemerintah mengkampanyekan untuk hemat BBM, hemat energi termasuk hemat listrik. Sensasi dari berbagai kalangan muncul, ada seorang pejabat dengan berkuda, bersepeda ada juga yang meributkan soal kendaraan non BBM, ada juga hal yang lain. Semoga saja semua itu tidak sekedar sensasi sesaat, tetapi betul-betul menjadi tabiat yang berkelanjutan. Sekarang adalah saatnya untuk menjadi teladan bukan sekedar cari perhatian, karena konon Indonesia lambat berjalan karena krisis keteladanan. Saatnya untuk berbuat dan tidak sekedar wacana dan wacana.

Konsep
YAPERINDO saat ini sedang mengembangkan sumber energi alternatif dengan memanfaatkan gas dari kotoran ternak (biogas). Proyek ini merupakan bagian dari pekerjaan Integrated Farming yang telah dikerjakan YAPERINDO sejak tahun 2003. Konsep biogas adalah memanfaatkan gas methana (CH4) yang terdapat dalam kotoran ternak, yang apabila tidak terpakai toh terbuang ke udara dengan bau menyengat dan termasuk salah satu gas yang bisa menyebabkan kerusakan ozon. Dengan termanfaatkannya gas maka teroptimalkannya potensi sesuai porsi dan bahkan ramah lingkungan (sesuai salah satu tujuan integrated farming).
Program ini berjalan atas dukungan dari UNDP dan YBUL melalui program GEF/SGP. Dalam pelaksanaannya pekerjaan ini terlaksana atas kerjasama dengan kelompok Tani Ngudi Makmur (Muhaimin) dan Sumber Rejeki (Sukarjo), Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kulon Progo. Pembuatan biogas yang telah direncanakan sejak tahun 2003, pada waktu itu masih banyak alternatif model. Setelah pada tahun 2004 lalu Yaperindo bersama kelompok tani melaksanakan studi banding ke boyolali maka model yang akan dibuat semakin jelas. Hal ini semakin dikuatkan setelah bertemu dan berdiskusi dengan seorang teman yang juga pernah terlibat dalam pembuatan teknologi ini. Proses meyakinkan kepada warga tentang kemanfaatan biogas juga perlu waktu. Pendampingan dan pemahaman terus dilakukan sampai akhirnya masyarakat merasakan sulitnya dengan adanya kenaikan BBM. Ponijan salah seorang anggota kelompok tani mengatakan bahwa kalau dahulu (tahun 2003) membawa uang Rp 5.000 (lima ribu rupiah) bisa membawa pulang bensin satu jerigen penuh untuk kebutuhan mesin diesel yang digunakannya untuk menyiram tanaman. Saat ini dia harus mengelurkan Rp 12.000 (dua belas ribu rupiah untuk mendapatkan bensin dalam jumlah yang sama. Hal ini terasa sekali karena harga jual produk pertanian tak tak pernah mengalami kenaikan setinggi itu. Muhjum turut memberikan komentar bahwa memang kemarin harga cabai sempat mencapai harga puncak Rp 16.500,- tetapi akhirnya turun terus hingga saat ini tinggal Rp 2000/kg. Dahulu gas LPG (elpiji) hanya Rp 32.000 ribu kini menjadi Rp 54.000 sampai Rp 56.000. Lantas kalau apa-apa naik sementara harga produk pertanian tidak pernah naik, petani dibagehi apa (jawa red) begitu katanya.
Teknis
Pasca kenaikan BBM kebulatan tekad untuk membuat biogas tak terbendung. Untuk membuat satu unit biogas dengan kapasitasr 9 m3 diperkirakan dengan biaya 5,7 juta rupiah (2,75 juta material dan 2,95 juta tenaga kerja). Dalam satu unit biogas (9 m3) bisa dimanfaatkan oleh 3 kepala keluarga (KK) untuk kebutuhan memasak. Instalasi biogas menggunakan peralatan sederhana yang kesemuanya dapat diperoleh disekitar kita (batu bata, batu putih, pralon) dan bahan baku adalah kotoran ternak. Instalasi biogas terdiri dari dua tabung yaitu tabung gas dan tabung tandon kotoran. Setelah kotoran melalui tabung gas maka seiring dengan pengisian kotoran yang baru, maka kotoran yang lama akan secara otomatis terdesak masuk dalam tabung tandon. Kotoran yang yang masuk dalam tabung tandon bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang sebagaimana biasanya.

Keuntungan dan multiplier effect
Penghematan energi dapat diilutrasikan sebagai berikut. Bila satu unit biogas dapat digunakan untuk memasak 3 KK, jika dibandingkan dengan pemakain gas elpiji untuk memasak. Harga gas saat ini Rp 56.000 jika biasanya habis dalam 1 bulan, maka bila dikonversikan dalam setiap unit biogas bisa menyumbang penghematan biaya Rp 168.000/bulan atau Rp 2.016.000/tahun. Kalau 10 unit biogas berarti Rp 20.160.000/tahun. Masih ada lagi efek lanjutan (multiplier effect) dengan adanya biogas yaitu :
a. Turut menyelamatkan ozon,
b. Mendorong petani untuk memiliki ternak sebagai sumber pupuk (hidup organik), suplai daging (tidak perlu impor)
c. Mengurangi pencemaran.
Dengan penghematan tersebut maka kita telah turut peduli kepada anak cucu kita, karena diantara apa yang ada saat ini ada hak anak cucu di dalamnya.


Bambang Suwignyo, S.Pt, MP
Dosen dan peneliti Integrated Farming di Fakultas Peternakan UGM, juga
Direktur eksekutif YAPERINDO

 

Catatan singkatan:
1. YAPERINDO = Yayasan Pengembangan Ekonomi Rakyat Indonesia
2. GEF/SGP = Global Environment Fascility/ Small Grant Programme
3. UNDP = United National Development Programme
4. YBUL = Yayasan Bina Usaha Lingkungan

 

Tue, 10 Feb 2015 @19:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Komentar Terbaru
  • ary
    ini Inovasi Teknologi apl...
  • fren ugm
    Buat tambahan nih ada art...
Copyright 2019 YAPERINDO All Rights Reserved