Welcome
image

DR. BAMBANG SUWIGNYO, M.Sc

+62747492595

Kategori
LINK

Detik

Jawa Pos

Kedaulatan Rakyat

Kompas

Kulon Progo

DIY

KLH

AusAID

CIDA

DEC

IFS

JICA

KNIP

ORC Trust Fund

RISTEK

SAREP

SGPPTF

SIDA

TOYOTA

UNDP

Clock

 

Pesan


PERTANIAN TERPADU PERKOTAAN Bambang Suwignyo, Ph.D

image

Sindo Corner, SINDO 27 Sept 2016

PERTANIAN TERPADU PERKOTAAN

Bambang Suwignyo, Ph.D

Pertanian terpadu perkotaan adalah aktivitas pemanfaatan lahan sempit di perkotaan dengan menanam tanaman yang dapat menghasilkan pangan bagi manusia. Aktivitas ini tidak hanya dilandasi pada pemenuhan kebutuhan akan pangan semata tetapi juga dapat berdapak multi efek pada aspek peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan. Bentuk fisik dapat memanfaatkan berbagai preferensi seperti vertikultur, hidroponik, aqua kultur atau yang semacamnya dengan media yang bervariasi juga (bambu, talang air, pralon pvc, botol bekas air mineral, pot yang dirancang khusus untuk vertikultur).

Kota menjadi entitas yang layak mendapat perhatian tidak hanya bagi masyarakat kota itu sendiri, namun juga yang berada di luar. Hal tersebut dapat terjadi karena kota identik dengan "tempat kerja atau tempat mencari uang".  Konsekuensi dari tempat kerja adalah jumlah penduduk yang menjadi lebih banyak pada siang hari dibanding malam hari. Konsekuensi lainnya adalah, munculnya cemaran atau polusi udara dan berbagai polusi sampah lainnya akibat banyaknya manusia yang datang dan atau menghuni kota baik pada siang maupun malamnya. Kepadatan penduduk dapat berpotensi sejalan dengan polusi, baik yang dampak langsung manusia maupun yang tidak langsung (kendaraan, sampah, berkurangnya ruang hijau). Jika kadar carbon udara tinggi, sementara jumlah pepohonan hijau tidak sebanyak yang berada di pesedaan maka suhu udara meningkat, dan itu berarti ketidaknyamanan. Ketidak nyamanan lingkungan perkotaan tidak hanya berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat kota dengan berbagai sektor yang terkait seperti pendidikan dan pariwisata, tetapi juga sangat mungkin berpengaruh pada aspek kesehatan. Oleh karena itu kota perlu diformat sedemikian rupa sehingga menjadi tempat nyaman bagi tempat kerja dan tempat tinggal, bahkan tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan. Pertanian terpadu perkotaan ada untuk menjaga kota tetap hijau, sejuk, aman, nyaman dan tetapi produktif (menghasilkan), mengingat bahwa yang tinggal di perkotaan tidak hanya saat ini tetapi juga masa yang akan datang.

Pertanian terpadu perkotaan dapat dihadirkan untuk menjawab berbagai konsen diatas. Setiap jengkat tanah yang ada di perkotaan baik di lorong-lorong,  pada teras bangunan, sudut gedung, atap/balkon bangunan dimana masih ada cahaya matahari masuk dapat menjadi tempat untuk aktivitas pertanian terpadu perkotaan. Tanaman yang tumbuh akan turut meningkatkan kualitas lingkungan dengan menyerap emisi carbon dari sekitar dan kemudian melepas oksigen dari aktivitas fotosistesis yang hanya bisa dilakukan oleh tanaman. Jika input yang diberikan adalah serba organik maka akan mendorong rumah tangga perkotaan untuk menghasilkan pangan yang sehat dalam arti minimnya cemaran residu bahan kimia seperti pestisida. Aktivitas pertanian terpadu perkotaan ini dapat menjadi media edukasi dan atau hiburan bagi keluarga, sehingga secara tidak langsung akan berdampak pada tubuh yang berpotensi lebih sehat, biaya kesehatan pun berkurang.  Adanya aktivitas pertanian perkotaan ini diharapkan dapat berdampak pada pengelolaan sampah (dari pemisahan sampah) dimana organik untuk pupuk/ media tanam dan yang tidak organik dapat dijual atau di manfaatkan lagi sebagai pot (misal botol bekas botol air mineral) dalam konsep reuse dan recycle.

Pada sisi lain tanaman pertanian yang di pelihara dapat menjadi sumber pangan bagi keluarga (mandiri pangan) sebagaimana semangat yang ditulis pada Undang Undang nomor 18 tahun 2012 tenntang pangan  Bab I Pasal 1 “Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat”. 

Sat, 17 Jun 2017 @13:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Komentar Terbaru
  • ary
    ini Inovasi Teknologi apl...
  • fren ugm
    Buat tambahan nih ada art...
Copyright 2019 YAPERINDO All Rights Reserved