Welcome
image

DR. BAMBANG SUWIGNYO, M.Sc

+62747492595

Kategori
LINK

Detik

Jawa Pos

Kedaulatan Rakyat

Kompas

Kulon Progo

DIY

KLH

AusAID

CIDA

DEC

IFS

JICA

KNIP

ORC Trust Fund

RISTEK

SAREP

SGPPTF

SIDA

TOYOTA

UNDP

Clock

 

Pesan


INDONESIA BERTANI, Bambang Suwignyo UGM

image

INDONESIA BERTANI

Bambang Suwignyo, PhD

Indonesia gempar atas penetapan tersangka IG, ketua Dewan PerwakilanDaerah Republik Indonesia (DPD RI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Halmenarik saat KPK melakukan konfrensi pers adalah bahwa nilai uang yang“diamankan” termasuk kecil, namun kasus ini berkaitan dengan kedaulatan panganIndonesia, sehingga masuk dalam prioritas penanganan KPK. Konon kasus yangmenimpa IG tidak ada kaitannya dengan kewenangan DPD RI. Ini indikasi ada halmenarik bagi siapapun untuk meraup keuntungan materi dalam impor pangan. Kasusterkait pangan yang menyeret baik pengusaha, politisi ataupun pejabat negara bukankali ini saja. Tahun 2006 kasus 60 ribu ton beras impor ilegas dari Vietnam, tahun2013 kasus skandal impor daging sapi, awal tahun 2016 kasus 17 ribu ton jagungimpor dari Brazil yang kontroversi, dan beberapa lagi. Pangan Indonesia masih bergantung dari impor. Produk pangan pokok Indonesiaseperti beras, kedelai, jagung, susu, daging sapi, buah buahan masih impor bervariasidari 20%-90%, bahkan ada yang impor 100% yaitu gandum. Awal tahun 2016Kementerian Perekonomian Republik Indonesia merilis rencana impor tahun 2016diantaranya beras 1,5 juta ton, jagung 600 ribu ton, daging sapi 239 ribu ton, gula 2,9juta ton dan kedelai +2 juta ton. Kalau (konon) Freddy Budiman menurut penuturanHaris Azhar mampu menyisihkan sekitar Rp 10.000-30.000 untuk pejabat negara (perbutir pil terlarang), bayangkan jika pada kasus pangan ada Rp 5.000 saja dalam setiapkg maka ada Rp 3-15 M dibalik angka impor tersebut. Konstruksi pangan Indonesia masih belum menguntungkan untuk berdaulatpangan. Penduduk 250 juta jiwa bergantung dari 14 juta ha sawah dimana 50% luasanada di Pulau Jawa yang luasanya hanya 6% dari wilayah daratan Indonesia, dengandihuni 57% penduduk. Analisis data BPS menunjukkan bahwa Jawa sebagai lumbungpangan atas empat dari tujuh komoditas unggulan yaitu sapi 50%, padi 51,5%, kedelai61,8% dan jagung 53,4%. Jika Indonesia dapat merekonstruksi dan mendistribusilumbung pangan maka Indonesia akan berdaulat pangan. Indonesia memiliki peluanguntuk berdaulat pangan karena kita memiliki lebih dari 70 jenis tanaman penghasilkarbohidrat (Nasution, 2004), sekitar 50,2% penduduk tinggal di pedesaan (CNN,2015), daratan Indonesia sekitar 70% dari total wilayah daratan 192 juta ha(setidaknya diklaim) terdiri atas hutan (143 juta ha) (Wiradi, 2009). Perlu ada gerakan Indonesia Bertani, agar greget untuk menuju berdaulatpangan ini dimiliki oleh seluruh petani Indonesia (tentu ada perbedaan treatmentantara wilayah Jawa dan luar Jawa), termasuk pertanian terpadu perkotaan. Dalam hallahan dan sumberdaya alam maka luar Jawa sangat menjanjikan untuk menjadilumbung pangan, sedangkan Jawa masih menjanjikan jika dengan sistem integrasikebun-pangan atau hutan-pangan. Dalam hal kapasitas sumber daya manusia(semangat dan skill bertani) Jawa secara rerata lebih unggul (pengelolaan lahan,pengolahan pupuk, pemanfaatan ternak, budidaya tanaman), demikian juga dalam halinfrastruktur. Hal ini secara mudah dapat di buktikan dari pola aktivitas. Hampirdimana ada warga transmigrasi yang berasal dari Jawa maka mereka dapat melakukanaktivitas pertanian (bertani & beternak) secara masif dan lebih maju dibandingpenduduk lokal.Perlu penguatan petani yang diikuti dengan infrastruktur pertanian terutamabagi luar Jawa. Penyuluh pertanian ditambah dari 47.955 (27.476 penyuluh PNS dan20.479 Tenaga Harian Lepas) menjadi 75.224 agar ideal satu desa satu penyuluh (baikrekuitmen atau kerjasama dengan ormas atau lembaga sawadaya yang bekerja/berkompetensi pertanian). Undang-undang nomor 19 tahun 2013 tentangPerlindungan dan Pemberdayaan Petani semakin bermakna jika implementasianggaran desa sebagai dampak UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dapatdiarahkan pada penguatan petani dan atau infrastruktur pertanian menuju berdaulat1

pangan. Gerakan Indonesia Bertani akan mengantarkan Indonesia berdaulat pangandan semoga tidak ada lagi luka negeri ini karena ada pengusaha, politisi, atau pejabatnegara yang tersandung kasus korupsi impor pangan.

Bambang Suwignyo, Ph.D1.

Dosen Fakultas Peternakan UGM 2.

Pengurus MPM PP Muhammadiyah Bidang Pertanian Terpadu

Sat, 17 Jun 2017 @13:59


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Komentar Terbaru
  • ary
    ini Inovasi Teknologi apl...
  • fren ugm
    Buat tambahan nih ada art...
Copyright 2019 YAPERINDO All Rights Reserved