Welcome
image

DR. BAMBANG SUWIGNYO, M.Sc

+62747492595

Kategori
LINK

Detik

Jawa Pos

Kedaulatan Rakyat

Kompas

Kulon Progo

DIY

KLH

AusAID

CIDA

DEC

IFS

JICA

KNIP

ORC Trust Fund

RISTEK

SAREP

SGPPTF

SIDA

TOYOTA

UNDP

Clock

 

Pesan


MENGAPA PERLU ENERGY TERBARUKAN

image

MENGAPA PERLU ENERGY TERBARUKAN?

Oleh: Bambang Suwignyo

 

a.    Alasan Fisik: Cadangan Minyak TERBATAS-Hadapi Krisis Energi . Indonesia, dengan konsumsi BBM tahun 2003 melebihi 60 miliar liter per tahun. Permintaan BBM yang besar dan tumbuh cepat ( Kompas , 6 Juli 2004) . Bila melihat profile produksi minyak nasional ke belakang, pada tahun 1973 produksi minyak nasional kita berada pada angka 1,3 juta barel per hari (bph) dengan kondisi penduduk 120 juta jiwa. Memasuki awal dekade 80, produksi nasional mencapai 1,5 juta bph, dimana  penduduk Indonesia sudah mencapai 150 juta jiwa. Pada tahun 2010 diprediksikan tingkat konsumsi BBM sudah menjadi sekitar 2 juta bph. Dengan menggunakan perbandingan data tahun 2001, kondisi hasil penjualan minyak jauh berbeda di mana penduduk Indonesia yang telah mencapai 210 juta jiwa namun tingkat produksi minyak nasional kita hanya 1,26 juta bph. Padahal tingkat konsumsi BBM dalam negeri (2001) sudah mencapai 1,23 juta bph atau 450 juta barel per tahun, 1,29 juta bph atau 470 juta barel per tahun (2002) Suara Pembaruan (9 Januari 2003) . Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luluk Sumiarso menyatakan bahwa cadangan energi fosil (minyak bumi) di Indonesia semakin menipis dan diperkirakan akan habis dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Hal serupa  juga termut dalam Kompas 26 Agustus 2005, bahwa cadangan minyak bumi 5 miliar barrel akan habis dalam sepuluh tahun.  "Untuk menghindari krisis energi, pemanfaatan energi alternatif seperti energi hijau harus betul-betul dikembangkan.

 

b.   Alasan Ekonomi: Hemat Energi Hemat Nasional . Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama (Kompas, 23 Juni 2005). Pemerintah berencana membangun desa mandiri energi di daerah-daerah terpencil pada 2007. Pembangunan desa mandiri energi ini untuk meringankan beban masyarakat di daerah itu akibat mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM). Suryadarma Ali menambahkan, di daerah remote itu harga minyak tanah mencapai Rp10.000-Rp20.000 per liter. Karena itu, pemilihan daerah tersebut untuk dijadikan desa mandiri energi sangat cocok. Menurut dia, Presiden Yudhoyono dalam rapat kabinet di Magelang mengatakan bahwa program bio energi di Indonesia harus sudah bisa dilaksanakan mulai 2007. (Media Indonesia Online) "Potensi penghematan energi sangat besar. Dengan adanya bio fule, untuk sektor rumah tangga dan komersial potensi penghematan bisa mencapai 20 persen. Hal ini diungkapkan oleh Hasbi, jika dinilai secara ekonomi maka akan setara dengan sekitar Rp32 triliun per tahun (Media Indonesia 2 Juni 2003) . Menurut Meneg PPN/Bappenas Paskah Suzeta, jika diversifikasi energi ini berhasil, negara bisa berhernat sekitar Rp 30 triliun per tahun Pikiran Rakyat (Pikiran Rakyat) .

 

c.    Alasan Kelestarian Lingkungan Hidup: Kurangi Polusi Kurangi Efek Global ( Global Warming, Climate Change etc ) . Salah satu pemicu utama terjadinya pemanasan global adalah polusi atau emisi gas buang kendaraan bermotor dan efek rumah kaca. Dunia kini dihantui suhu permukaan bumi yang kian panas. Data dari US National Climatic Data Center tahun 2001, para ilmuwan memperkirakan bahwa dalam lima tahun ke depan, rata-rata keseluruhan permukaan temperatur akan mengalami peningkatan sekitar 1 - 4,5 derajat Fahrenheit atau 0,6 - 2,5 derajat Celsius. Pada abad berikutnya, kenaikan itu berkisar 2,2 - 10 derajat Fahrenheit (1,4 - 5,8 derajat Celsius). (Suara Pembaruan 30 Juli 2003) . Perubahan iklim melahirkan pemanasan global yang dipicu ulah manusia yang kelewat batas. Penggunaan minyak berbahan baku fosil dan penebangan hutan secara serampangan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK). Konsentrasi GRK di atmosfer berwujud karbon dioksida (CO2 ), metana (CH4 ), dan nitrogen oksida (N2 O). Menurut Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pelestarian Lingkungan, Liana Bratasida, dalam dekade terakhir konsentrasi CO2 meningkat 2.900 juta ton per tahun. Sedangkan pada dekade sebelumnya 1.400 juta ton per tahun. Peningkatan konsentrasi emisi GRK mengakibatkan suhu 0,5 derajat Celsius sejak 1990. Suara Pembaruan (29 Januari 2004) . Oleh karena itu penerapan teknologi ramah lingkungan fuel cell diharapkan menjadi pengerem laju kenaikan suhu bumi yang kian memanas.

 

d.   Saatnya Bertindak: Perlu Pengembangan Sumber Energi Alternatif. Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak. Gas methan terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan atau disebut juga bakteri anaerobik dan bakteri biogas yang mengurangi sampah-sampah yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4 ) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas methan sama dengan gas elpiji (liquidified petroleum gas/LPG), perbedaannya adalah gas methan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak. Sebetulnya di tempat-tempat tertentu proses ini terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Kompas, 17 Maret 2005).  Melalui pengembangan biogas ini maka diharapkan tidak hanya akan terjadinya efek berantai dari siklus biomass (pengolahan sumber daya alam local), tetapi juga efek berantai dari suatu siklus ekonomi. Penggunaan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel sebesar 10 persen pada tahun 2010 akan menghemat biaya impor BBM US$ 10 miliar dan akan menambah devisa.  Selain untuk kebutuhan dalam negeri, BBN juga akan diekspor sekitar 12 juta kiloliter (kl) sampai 2010. Dengan adanya biogas, maka orang akan termotivasi untuk melakukan hidup dengan pola organik dan peduli lingkungan hijau (memelihara ternak, memanfaatkan pupuk dari kotoran untuk lahan, memelihara tanaman untuk pangan manusia dan sisa limbahnya untuk pakan ternak).

 

TERIMAKASIH

 

Tue, 29 Jun 2010 @12:04


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Komentar Terbaru
  • ary
    ini Inovasi Teknologi apl...
  • fren ugm
    Buat tambahan nih ada art...
Copyright 2020 YAPERINDO All Rights Reserved